Terkadang muncul dibenak kita, apa fungsi sekolah sebenarnya. Mungkin
seorang politisi mengatakan sebagai tempat mencerdaskan kehidupan bangsa, atau
seorang guru yang berpendapat sekolah sebagai tempat menyampaikan ilmu yang
mereka miliki. Namun kebanyakan orang pasti menjawab sekolah sebagai tempat
menuntut ilmu. Tapi dewasa kini, kita sering mendengar istilah mencari nilai.
Sebenarnya banyak anak usia sekolah yang menurutnya berangkat sekolah demi
mencari ilmu tapi kenyataannya mereka hanyalah mencari nilai. Beberapa anak
beranggapan lebih baik mencari nilai tanpa mempedulikan pemahaman materi.
Menurut Kira dalam blognya,
www.reikira.wordpress beberapa guru memang terkadang berkata, “Kalau ulangan jangan
menyontek! Sekolah itu mencari ilmu bukan mencari nilai.” Walaupun akhirnya
kalimat tersebut hanya jadi pajangan belaka agar ia pantas disebut guru. Karena tidak etis juga kalau guru mengatakan sekolah itu tidak mencari ilmu, sekolah itu mencari nilai, agar lulus
atau naik kelas. Saat sekolah, kita hanya berpikir bagaimana mendapat nilai
bagus saat ulangan.Berpikir seperti itu memang tidak salah, yang salah adalah
terkadang kita tidak berpikir bagaimana caranya. Tidak peduli benar-benar paham
materi atau tidak, yang penting mendapat nilai bagus, hal itu sama saja dengan
menghalalkan nyontek.
Banyak hal yang harus dipikirkan ketimbang
nilai. Pengaplikasian dari ilmu yang didapat itulah yang lebih penting. Jika
kita mampu memahami semua materi pelajaran dan bisa menerapkannya ke
dunia nyata, berarti kita mampu untuk bersaing di dunia kerja. Jadi, jangan
hanya duduk untuk menghafal semua teori-teori, seseorang juga harus tanggap
kepada problematika yang ada di lingkungan sekitar. Ilmu di masyarakat adalah ilmu yang
sesungguhnya. Kita bisa berhadapan langsung dengan masalah-masalah yang terjadi dan dapat
membuat kita semakin matang dalam menyelesaikannya. Terkadang teori tidak
sesuai dengan praktek, teori hanyalah ulasan secara global. Setidaknya begitulah pendapat
Yola,seorang mahasiswi UNESA dalam www.edukasi.kompasiana.com.
Sebagai seorang siswa sangat biasa kalau kita lebih sering mengatakan “Aduh
nilaiku jelek!” daripada “Aduh,aku tidak paham materi ini!” saat mendapat hasil
ulangan yang kurang memuaskan, begitu pula dengan saya. Ini hanyalah contoh
kecil dari prioritas pencarian nilai daripada ilmu. Pemberlakuan nilai bukanlah
salah siapa pun, tujuan nilai yang utama hanyalah sebagai motivasi untuk
belajar lebih giat. Jika sekarang ini anak usia sekolah lebih mementingkan
nilai tanpa peduli pemahaman materi itu berasal dari diri masing-masing
individu. Pepatah pun mengatakan “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina” tidak
ada istilah “Carilah nilai sampai ke Ruang Guru.” Ditambah lagi ilmu yang kita
miliki akan kita gunakan selamanya, sedang nilai yang kita dapatkan di raport
akan kita simpan rapi suatu hari nanti.
Sebenarnya apa motivasi kita untuk pergi ke sekolah perlu kita pikirkan.
Kadang kita hanya ingin bertemu teman, pacar atau karena melarikan diri dari
orang tua. Atau mungkin karena anak seusia kita memang wajarnya sekolah. Saya
dulu pun pernah berpikir kalau sekolah hanyalah tempat singgah sebelum bekerja,
mendapat uang dan berkelurga. Tapi sebagai manusia yang berakal pikiran, kita
pasti pernah walaupun mungkin intensitasnya bisa dihitung dengan jari,
mendengarkan materi yang disampaikan karena ingin tahu suatu hal seperti
mengapa makan bakteri itu menyehatkan atau bagaimana besi sebagai bahan utama
penyusun kapal tidak tenggelam dan lain sebagainya. Itu artinya kita mempunyai tujuan
untuk mencari ilmu.
Sekolah diciptakan sebagai tempat untuk mewujudkan salah satu tujuan Bangsa
Indonesia dan sebagai tempat untuk menuntut ilmu bukan mencari nilai. Jika
akhirnya tercipta nilai, KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), kognitif, afektif dan
lain sebagainya itu hanyalah sebagai pemacu semangat untuk berprestasi dalam
segala bidang. Bukan hanya akademis tapi juga non akademis seperti cara
bersosialisasi, berkerja sama, dan mengembangkan karakter yang mungkin mudah
kita dapatkan di sekolah. Jadi jangan buang waktumu sia-sia di bangku sekolah
dengan pencarian nilai yang tak seabadi ilmu.
referensi:






0 comments:
Post a Comment